Beranda | Artikel
Keutamaan Menyebarkan Ilmu dan Amal Jariyah
12 jam lalu

Keutamaan Menyebarkan Ilmu dan Amal Jariyah adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Minnah ‘Alim Ar-Raqib. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Mubarak Bamualim, Lc., M.H.I. pada Selasa, 16 Jumadil Awal 1448 H / 27 Oktober 2026 M.

Kajian Hadits Tentang Keutamaan Menyebarkan Ilmu dan Amal Jariyah

Al-Imam Al-Mundziri rahimahullah meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

إِنَّ مِمَّا يَلْحَقُ الْمُؤْمِنَ مِنْ عَمَلِهِ وَحَسَنَاتِهِ بَعْدَ مَوْتِهِ: عِلْمًا عَلَّمَهُ وَنَشَرَهُ، أَوْ وَلَدًا صَالِحًا تَرَكَهُ، أَوْ مُصْحَفًا وَرَّثَهُ، أَوْ مَسْجِدًا بَنَاهُ، أَوْ بَيْتًا لِابْنِ السَّبِيلِ بَنَاهُ، أَوْ نَهْرًا أَجْرَاهُ، أَوْ صَدَقَةً أَخْرَجَهَا مِنْ مَالِهِ فِي صِحَّتِهِ وَحَيَاتِهِ، تَلْحَقُهُ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهِ

“Sesungguhnya di antara amalan dan kebaikan seorang mukmin yang akan menyusulnya setelah ia meninggal dunia adalah: ilmu yang ia ajarkan dan sebarluaskan, anak saleh yang ia tinggalkan, mushaf Al-Qur’an yang ia wariskan, masjid yang ia bangun, rumah untuk musafir (ibnus sabil) yang ia bangun, sungai yang ia alirkan, atau sedekah yang ia keluarkan dari hartanya sewaktu sehat dan hidupnya; semua itu akan menyusulnya setelah ia meninggal dunia.” (HR. Ibnu Majah, Al-Baihaqi dan yang lainnya. Dihasankan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah)

Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyebutkan amalan-amalan yang pahalanya akan terus mengalir kepada seseorang meskipun ia telah meninggal dunia. Kondisi tersebut ibarat memperpanjang usia dalam bentuk yang lain. Meskipun ketetapan Allah menetapkan bahwa seseorang telah wafat dan tidak lagi hidup di dunia, pahala dari amal-amal tersebut terus mengalir.

Inilah keutamaan amal jariyah, yakni amal kebaikan yang pahalanya terus berkelanjutan setelah seseorang wafat. Tentu saja, syarat utama diterimanya amal-amal tersebut adalah dikerjakan dengan penuh keikhlasan semata-mata karena Allah Subhanahu wa Ta’ala, sebab amal yang tidak ikhlas akan tertolak dan tidak diterima di sisi-Nya.

Ragam Amalan Jariyah yang Pahala Terus Mengalir

  1. Ilmu yang Bermanfaat dan Disebarkan
    Menuntut ilmu lalu mengajarkan serta menyebarkannya kepada manusia dengan ikhlas karena Allah Subhanahu wa Ta’ala merupakan amal yang diterima dan diridhai oleh Allah ‘Azza wa Jalla.
  2. Anak Saleh
    Mendidik anak-anak—baik laki-laki maupun perempuan—hingga menjadi pribadi yang saleh, taat kepada Allah, taat kepada Rasul-Nya, serta patuh terhadap agama Allah merupakan investasi akhirat. Hasil tarbiyah dan pendidikan tersebut akan mendatangkan pahala yang terus mengalir kepada orang tua meskipun mereka telah tiada.
  3. Mewariskan Mushaf Al-Qur’an
    Membeli mushaf Al-Qur’anul Karim lalu menyumbangkannya ke pesantren-pesantren atau tempat para santri menghafal Al-Qur’an agar dibaca oleh mereka, akan mendatangkan pahala yang terus mengalir walaupun pemberinya telah meninggal dunia.
  4. Membangun Masjid
    Membangun masjid menjadi salah satu amal jariyah utama. Selama masjid tersebut berdiri dan digunakan oleh umat untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, pahalanya akan terus mengalir kepada yang membangunnya.
  5. Membangun Rumah Singgah bagi Musafir
    Menyediakan tempat atau rumah bagi para musafir yang membutuhkan tempat singgah di tengah perjalanan memberikan manfaat yang berkelanjutan.
  6. Mengalirkan Air atau Menggali Sumur
    Membuat sumur atau mengalirkan air dengan membuat saluran air atau sungai kecil untuk dimanfaatkan oleh manusia—termasuk untuk keperluan pertanian—mendatangkan pahala yang terus mengalir meskipun yang bersangkutan telah wafat.
  7. Sedekah yang Dikeluarkan saat Sehat dan Hidup
    Menginfakkan dan menyedekahkan sebagian harta karena Allah ketika berada dalam keadaan sehat walafiat dan masih hidup merupakan amal saleh yang pahalanya tetap mengalir setelah kematian menjemput.

Faedah dan Pelajaran dari Hadits

Hadits tersebut menjelaskan keluasan karunia Allah kepada hamba-hamba-Nya yang beriman, di mana Allah menjadikan sebagian amalan kaum mukminin tidak terputus pahalanya setelah mereka meninggal dunia. Allah menetapkan bahwa pahala amal tersebut tetap mengalir selama manfaatnya masih dirasakan oleh manusia. Hal ini menunjukkan besarnya kasih sayang Allah agar kaum mukminin mendapatkan ganjaran pahala yang besar, sehingga Dia memberikan taufik kepada mereka untuk mengerjakan amalan-amalan jariyah tersebut.

Pelajaran penting lainnya adalah bahwa ketika seseorang meninggal dunia, segala amal amalnya terputus. Manusia hanya memiliki kesempatan untuk beramal selama masih hidup di dunia. Setelah kematian datang, seseorang tidak dapat lagi mendirikan shalat, berpuasa, mengeluarkan zakat, maupun mengerjakan amal kebaikan lainnya, kecuali amalan-amalan tertentu yang pahalanya terus mengalir sebagaimana yang disebutkan dalam hadits.

Orang yang cerdas adalah orang yang memikirkan kehidupan setelah kematiannya. Ia tidak menggunakan hartanya semata-mata untuk kepentingan pribadi atau sekadar diwariskan kepada ahli waris, melainkan menyisihkan sebagian hartanya untuk dirinya sendiri di akhirat dengan cara berinfak dan melakukan berbagai kebaikan yang bermanfaat agar pahalanya terus mengalir.

Hadits tersebut juga mengandung anjuran untuk mengeluarkan sedekah jariyah semasa hidup. Tujuannya agar seseorang tetap memperoleh manfaat dan aliran pahala dari sedekah tersebut meskipun ia telah meninggal.

Sedekah jariyah memiliki banyak ragamnya, dan di antara bentuk utamanya adalah amalan-amalan yang telah disebutkan secara langsung oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam di dalam hadits tersebut.

Hadits ini juga menjelaskan keutamaan mengajarkan ilmu yang bermanfaat kepada manusia serta menyebarluaskannya. Orang yang berilmu dianjurkan untuk terus menyebarkan ilmu yang bermanfaat agar ia mendapatkan aliran pahala setelah wafat, berkat orang-orang yang mengamalkan ilmu tersebut semasa hidup maupun setelah ia tiada.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

مَنْ عَلَّمَ عِلْمًا فَلَهُ أَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهِ، لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الْعَامِلِ شَيْءٌ

“Barang siapa yang mengajarkan suatu ilmu, maka ia akan mendapatkan pahala orang yang mengamalkannya, tanpa mengurangi pahala orang yang mengerjakannya sedikit pun.” (HR. Ibnu Majah)

Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download dan simak mp3 yang penuh manfaat ini.

Download MP3 Kajian

Mari turut membagikan link download kajian tentang “Keutamaan Menyebarkan Ilmu dan Amal Jariyah” yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda. Jazakumullahu Khairan.

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv


Artikel asli: https://www.radiorodja.com/56673-keutamaan-menyebarkan-ilmu-dan-amal-jariyah/